Rabu, 21 September 2011

Contoh Kasus penggunaan Bitmap dan Vektor

Langsung aja saya akan bahas 3 contoh kasus yang mungkin bisa menambah wawasan teman-teman sekalian.

Contoh kasus pertama pada seorang photographer, seorang photographer ingin memberi efek pada hasil jepretan fotonya agar tampak lebih indah dan menarik otomatis menggunakan software yang berbasis Bitmap. Kenapa demikian?? Dikarenakan suatu foto atau gambar bisa direpresentasikan dengan format bitmap dalam ribuan titik warna-warni yang membentuk suatu pola. Dengan adanya software tersebut seorang photographer melakukan olah ulang atau retouching pada foto atau gambar sehingga gambar yang dihasilkan bisa seperti yang dikehendaki dengan efek visual yang menarik dan tidak monoton.
Contoh Gambar





Contoh kasus kedua pada seorang desain Kaos Distro, pendesain tersebut membuat desain gambar dengan menggunakan software yang berbasis vektor. Kenapa bukan menggunakan software yang berbasis bitmap?? Alasanya mudah apa bila menggunakan software yang berbasis bitmap Objek gambar tersebut memiliki permasalahan ketika diubah ukurannya, khususnya ketika objek gambar diperbesar. Efek yang diidapat dari objek berbasis bitmap yakni akan terlihat pecah atau berkurang detailnya saat dicetak pada resolusi yang lebih rendah. Berbeda dengan Objek gambar vektor dapat diubah ukuran dan bentuknya tanpa menurunkan mutu tampilannya. Dan dapat dicetak pada resolusi tertingi serta menggambar dan menyunting bentuk vektor relatif lebih mudah dan menyenangkan. Oleh karena itu pendesain tersebut lebih memilih menggunakan software berbasis vektor dari pada bitmap.
Contoh gambar






Contoh kasus ketiga pada seorang desain X-Banner, pendesain tersebut membuat desain gambar dengan menggunakan software yang berbasis vektor dan bitmap. Dikarenakan permintaan dari para pelanggan yang tidak harus terfokus pada salah satu software. Dan permintaan tersebut harus bisa di turuti oleh si pendesain dan memang benar hasil dari desain tersebut cukup memuaskan hati para pelanggannya. Memang ada kekurang dan kelebihan dari masing-masing file bertipe vektor dan bitmap tapi itu tidak terlalu di permasalahkan oleh pelanggan.
Contoh gambar




referensi:
http://nurannisaa7.wordpress.com/2008/09/20/vector-dan-bitmap/
http://primasoft.wordpress.com/2008/04/07/grafis-vektor-dan-bitmap/

Konsep Pemodelan Grafik dari Jenis Bitmap dan Vektor

Oke sekarang saya akan membahas tentang konsep pemodelan grafik yang bertujuan untuk menambah wawasan tentang apa itu grafik dari jenis Bitmap dan Vektor..

Sebelum masuk ke Bitmap dan Vektor saya jelaskan sedikit tentang pengertian Grafik komputer 2 dimensi biasa disebut dengan 2D atau bidang adalah bentuk dari benda yang memiliki panjang dan lebar. Grafik 2 Dimensi merupakan teknik penggambaran yang berpatokan pada titik koordinat sumbu x (datar) dan sumbu y (tegak). Agar dapat tampil dengan sempurna, gambar yang akan ditampilkan dengan teknik ini harus memiliki nilai koordinat x dan y minimum 0 dan maksimum sebesar resolusi yang digunakan. Oia, kenapa saya bahas sedikit tentang Grafik komputer 2D?? karena berhubungan dengan Software pengolah gambar yang secara umum terbagi dalam dua bagian besar meskipun tidak mutlak, yaitu pengolah vektor dan bitmap. Yang merupakan jenis dari grafik itu sendiri yang memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Apa itu Bitmap dan Vektor?? Mari saya jelaskan dibawah ini.

Bitmap adalah gambar bertipe raster. Mengandalkan jumlah pixel dalam satu satuan tertentu. Semakin rapat pixel maka semakin baik kualitas gambar. Sebaliknya jika dipaksa diperbesar akan terlihat pecah . Besar file yang dihasilkan cenderung besar.
Contoh bitmap adalah .bmp, .jpg, .gif.





Suatu foto atau gambar bisa direpresentasikan dengan format bitmap dalam ribuan titik warna-warni yang membentuk suatu pola. Pada file bitmap dikenal dua istilah penting, yaitu :

1. Resolusi atau jumlah titik persatuan luas, yang akan mempengaruhi ketajaman dan detil file bitmap. Biasanya dinyatakan dalam satuan dpi (dot per inch).

2. Intensitas atau kedalaman warna, yang akan menentukan kualitas warna gambar secara keseluruhan. Biasanya dikenal istilah 256 warna, high color, true color, gradasi abu-abu (grayscale), serta hitam-putih (black & white).

Fungsi dari Bitmap oleh kalangan seniman dan desainer sering dipakai dalam memanipulasi photo.

Vektor adalah serangkaian instruksi matematis yang dijabarkan dalam bentuk, garis, dan bagian-bagain lain yang saling berhubungan dalam sebuah gambar. Ukuran file relatif kecil dan jika diubah ukurannya (seperti gambar dibawah ini) kualitasnya tetap. Contoh file vektor adalah .wmf, swf , cdr dan .ai. Dan sering dipakai dalam membuat logo, animasi, ilustrasi, kartun, clipart dsb.




Fungsi dari Vektor oleh kalangan seniman dan desainer sering dipakai dalam membuat logo, animasi, ilustrasi, kartun, clipart, Banner dsb.

Kelebihan dan kekurangan grafis vektor dan bitmap

Kelebihan Grafis Vektor

• Ruang penyimpanan untuk objek gambar lebih efisien

• Objek gambar vektor dapat diubah ukuran dan bentuknya tanpa menurunkan mutu tampilannya

• Dapat dicetak pada resolusi tertingi printer Anda

• Menggambar dan menyunting bentuk vektor relatif lebih mudah dan menyenangkan

Kekurangan Grafis Vektor

• Tidak dapat menghasilkan objek gambar vektor yang prima ketika melakukan konversi objek gambar tersebut dari format bitmap

Kelebihan Grafis Bitmap

• Dapat ditambahkan efek khusus tertentu sehingga dapat membuat objek tampil sesuai keinginan.

• Dapat menghasilkan objek gambar bitmap darionjek gambar vektor dengan cara mudah dan cepat, mutu hasilnya pun dapat ditentukan

Kelemahan Grafis Bitmap

• Objek gambar tersebut memiliki permasalahan ketika diubah ukurannya, khususnya ketika objek gambar diperbesar.

• Efek yang diidapat dari objek berbasis bitmap yakni akan terlihat pecah atau berkurang detailnya saat dicetak pada resolusi yang lebih rendah



referensi:
http://chugygogog.blogspot.com/2010/02/pengertian-vektor-dan-bitmap.html
http://blog.ephi.web.id/?p=1349
http://primasoft.wordpress.com/2008/04/07/grafis-vektor-dan-bitmap/

Selasa, 20 September 2011

Kaitan antara bitmap dengan vektor atau sebaliknya vektor dengan bitmap

Bitmap dengan Vektor
Karena vektor jauh lebih unggul dari pada bitmap, maka sering kali para desainer melakukan perubahan format bitmap menjadi vektor. Proses ini biasa disebut tracing. Tracing ini bisa dilakukan dengan beberapa aplikasi. Misalnya Adobe Illustrator, Macromedia Freehand, Corel-Draw, Xara X ataupun software khusus tracing seperti CorelTrace. Dan saya sendiri sudah mencobanya pada Software Corel Draw begitu sangat mudahnya merubah bitmap menjadi vektor.

Di bawah ini contoh gambar bitmap menjadi vektor dengan teknik tracing




Vektor dengan Bitmap
Tetapi vektor pun bisa di ubah menjadi bitmap sangat mudah sama seperti merubah bitmap menjadi vektor dengan hanya cukup klik convert to bitmap maka file vektor yg di buat menjadi format bitmap.Dengan demikian tampilan gambarnya pun sama seperti vektor yg berubah hanyalah formatnya saja. dan apabila di zoom 800% akan terlihat pecah gambarnya pada file Bitmap tersebut.

Di bawah ini contoh gambar vektor menjadi bitmap




referensi:

http://nurannisaa7.wordpress.com/2008/09/20/vector-dan-bitmap/